Kategori Artikel
Intikator 18 INDIKATOR NUA

Indikator 18_Desa Malaka Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Indonesia

Kegiatan ini menghasilkan kader sampah, alat komposter, dan pembentukan bank sampah induk beserta rumah singgah untuk pemberdayaan masyarakat. Pendanaan dalam kegiatan ini berasal dari dana desa yang digelontorkan dari pemerintah pusat. Sejak tahun 2005 hingga 2025 terdapat total dana desa mencapai 600 triliun dengan alokasi senilai 71 triliun per tahun untuk sejumlah 75.265 desa. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Desa PDTT saat ini sedang menyusun pedoman pengembangan desa bebas sampah untuk menjadi acuan bagi desa-desa dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang berorientasi pada pengelolaan sampah berkelanjutan.

Desa Malaka berhasil menjadi Kecamatan Pemenang Juara ke-1 diantara desa di Indonesia yang dipilih menjadi lokasi ASTA Aksi Peduli Sampah. Hal ini merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional yang berkolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Dengan menjadi lokasi desa aksi peduli sampah, maka Desa Malaka diharapkan menjadi dapat percontohan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

 

Kondisi saat ini sampah di Indonesia mencapai 56,3 juta ton per tahun. Jumlah tersebut bukan angka yang sedikt. Karena itu, sangat penting adanya kerjasama dengan berbagai pihak. Kementerian Lingkungan Hidup mengajak Kemendes PDT beserta pemerintah daerah dalam aksi ini. Pemerintah desa dapat menggunakan dana desa untuk program bebas sampah. Dana desa yang sudah disalurkan ke seluruh desa sejak tahun 2015 hingga 2025 mencapai Rp 600 triliun, dimana setiap tahun terkumpul hingga Rp 71 triliun untuk sejumlah 75.265 desa.

Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu dari delapan desa di Indonesia yang terpilih sebagai lokasi ASTA Aksi Peduli Sampah dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025. Program ini digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan.

 

Untuk mengatasi permasalahan ini, desa sebagai garda terdepan memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan bersih dan berkelanjutan. Salah satu upaya konkret adalah melalui program Desa Bebas Sampah, seperti yang saat ini digalakkan di Desa Malaka, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Sumber:

 

1.     https://lombokpost.jawapos.com/tanjung/1505656159/desa-malaka-jadi-percontohan- pengelolaan-sampah-berkelanjutan-di-indonesia?page=2

2.     https://regional.kompas.com/read/2025/02/16/132443178/aksi-desa-bebas-sampah-di- lombok-utara-langkah-konkret-wujudkan-indonesia?page=all

 

3.     https://www.rri.co.id/mataram/daerah/1326551/desa-bebas-sampah-solusi-atraktif-atasi- krisis-lingkungan-di-indonesia


Senin, 9 Maret 2026
16 dilihat | 1 menit membaca

Berita dan cerita